Agama menjamin hak hidup manusia. Karenanya pembunuhan tanpa alasan yang benar adalah suatu kejahatan besar, bahkan dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan. Al-Maidah ayat 32 menyatakan : Barang siapa membunuh satu orang bukan karena dia membunuh orang lain atau karena dia berbuat kerusakan di muka bumi seakan-akan telah membunuh semua ummat manusia. Barang siapa memelihara kehidupan satu orang, seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua ummat manusia.

Sebagai ilustrasi,  eksekusi hukuman mati kepada seorang wanita  yang melakukan perzinaan (perselingkuhan) dilakukan oleh Rasulullah setelah anak wanita tersebut selesai mendapatkan haknya untuk mendapat penyusuan (ASI) selama dua tahun, meskipun wanita tersebut atas kesadarannya telah melaporkan perzinaannya ketika hamilnya belum jelas.  Dalam kasus itu, tampak agama melindungi hak anak itu yang dalam periode berikutnya juga dijamin hak tumbuh kembangnya secara sosial. 

Apa yang kita saksikan saat ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang sangat biadab. Tak cukup satu orang, lebih dari seribu orang dibunuh secara membabi buta oleh oleh Israel. Artinya, andaikata ada seribu bumi dengan masing-masing penduduknya seperti penduduk bumi kita, semuanya telah dibnuh oleh Israel. Bayangkan, membunuh penduduk seribu bumi! Sebuah kejahatan yang sangat besar, bahkan kejahatan terbesar saat ini.

Apa yang didemonstrasikan oleh Israel saat ini tidak hanya melanggar agama, tapi juga mengabaikan hukum perang internasional. Pembunuhan warga sipil, wanita dan anak-anak menjadi bagian yang menonjol pertunjukan drama kebiadaban Istarel. Penghancuran rumah sakit dan fasilitas umum menjadi saksi kejahatan perang Israel. Penjegalan terhadap relawan kemanusiaan dan penghancuran terhadap logistik bantuan kemanusiaan PBB adalah perilaku Israel yang sangat mengabaikan konvensi dunia tentang kegiatan kemanusiaan. Pengguanaan fosfor putih yang nyata-nyata dilarang dalam hukum perang internasional melengkapi pertunjukan kecongkakan dan kebiadaban Israel.  

Masyarakat dunia menyaksikan kejahatan itu dengan respons yang bervariasi. Ada yang tidak acuh dan sayangnya itu justru dilakukan oleh negara-negara Arab, yang notabene paling dekat dengan Palestina, wilayah maupun rasnya. Pengutukan dan pengecaman keras atas agresi Israel juga muncul di berbagai bagian dunia. Beberapa negara bahkan melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel. Demo anti Israel marak di mana-mana. Di amerika Serikat pun muncul demo-demo anti Israel, meskipun negaranya justru tidak acuh terhadap nasib korban kejahatan Israel. Amerika, bahkan tampak melindungi israel,  bahkan sekedar dari pernyataan kecaman. Di Indonesia sendiri, berbagai pernyataan dan ekspresi pengutukan atas agresi militer Israel dilakukan oleh berbagai kalangan di berbagai tempat. Partai politik,seniman, mahasiswa,  pelajar, bahkan anak-anak.  

Kembali merujuk ayat 32 surat al-maidah, maka semua upaya untuk memelihara kehidupan satu jiwa akan sangat dihargaia. Berbagai regulasi atau sikap politik yang memihak kemanusiaan termasuk Palestina dapat dilakukan oleh negara, termasuk pengiriman tentara ke palestina. Perang meskipun kita benci tetap saja merupakan alternatif pemecahan masalah, sehingga kita juga menghargai keputusasn Palestina untutk tetap berperang melawan Israel. Bukankah kemerdekaan Indonesia juga berdiri di atas wafatnya para syuhada dalam berbagai peperngan bangsa kita melawan penjajahan?  Bantuan makanan, bantuan obat, bantuan tenaga kesehatan dapat dilakukan oleh berbagai pihak, juga anda. Saya juga. 

Pengalaman dan pengamatan menunjukkan berkembangnya solidaritas untuk Palestina. Konser amal yang kerja sama Bulan sabit Merah Indonesia (BSMI) Pusat bersama TV ONE hanya dalam dua jam berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan 2,2 milyar. roadshow BSMI Cabang Yogyakarta ke beberapa masjid, kampus dan sekolah menerima dan menyalurkan 30 juta rupiah lebih.

Semoga kejahatan israel membuka mata kita semua dan makin membentuk opini Israel sebagai common enemy dan musuh kemanusiaan. Trageddi Palestina menyakiti hati kita semua.

Akhirnya, kami sampaikan salah satu jalur untuk mengekspresikan solidaritas kemanusiaan anda. Silakan infaq melalui rekening BSMI Pusat atau BSMI cabang Yogyakarta. Di luar dana Palestina, kami juga menerima dana kemanusiaan yang lain, misalnya untu gempa Manokwari dan banjir Jawa Tengah. Rekening Bank Syariah Mandiri kantor Kas UMY No. 1550007491 a.n. dr. Bambang Edi Bdn BSMI Yogyakarta. Konfirmasikan infaq anda via SMS ke 0274-718-1234 atau 0812-274-96659